Posyandu Lansia Sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat
Kamis, 25 Mei 2022 11:42:45
Admin
Posyandu Lansia Sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat

Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu ( Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM).

Pos pelayanan terpadu atau yang sering disebut sebagai Posyandu seringkali hanya dianggap berhubungan dengan bayi dan ibu hamil. Padahal, Posyandu lansia juga bisa dibentuk terutama jika di area tersebut banyak terdapat warga lanjut usia.

Melihat hal tersebut, peran Posyandu lansia bisa lebih krusial dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, inilah unit pelayanan kesehatan terkecil yang paling dekat dengan keseharian warga. Dengan adanya Posyandu, kualitas hidup warga senior diharapkan bisa terus meningkat.

Apa itu Posyandu lansia?

Posyandu lansia adalah wadah pelayanan untuk warga lanjut usia. Pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan berdasarkan inisiatif masyarakat. Hal ini membuat program dan layanan yang tersedia bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Di Posyandu lansia, ada susunan kepengurusan yang akan menjalankan program-program yang telah dirancang. Program-program tersebut umumnya dititikberatkan pada upaya penyuluhan dan pencegahan penyakit.

Secara umum, Posyandu khusus lansia menyasar masyarakat dengan kriteria sebagai berikut:

1. Sasaran langsung

Sasaran langsung Posyandu untuk lansia meliputi:

  • Pra usia lanjut (45-59 tahun)
  • Usia lanjut (60 tahun ke atas)
  • Usia lanjut dengan risiko tinggi (70 tahun ke atas)

2. Sasaran tidak langsung

Sementara itu, sasaran tidak langsung Posyandu khusus lansia meliputi:

  • Keluarga lansia
  • Organisasi sosial di bidang pembinaan orang lanjut usia
  • Masyarakat luas

 

Tujuan Posyandu lansia

Tujuan didirikannya lansia tak lepas dari semangat untuk memberikan pelayanan kesehatan lansia sebaik mungkin agar kelompok usia ini bisa mencapai kesejahteraan, baik secara fisik maupun psikis. 

Secara khusus, tujuan Posyandu lansia sebagaimana dilansir dari laman Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk layanan kesehatan yang dapat mengakomodir kebutunan lansia
  • Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran masyarakat maupun pihak lainnya 
  • Meningkatkan komunikasi antar masyarakat usia lanjut

Manfaat Posyandu lansia

Kehadiran Posyandu lansia menjadi penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia

Tentunya ada sejumlah manfaat yang bisa didapat oleh lansia dan pihak terkait dari kehadiran Posyandu ini, yaitu:

  • Membantu lansia agar tetap sehat dan bugar, baik secara fisik maupun psikis
  • Membantu deteksi dini terhadap penyakit pada lansia dan gangguan kesehatan lainnya
  • Sarana lansia untuk bisa lebih meningkatkan interaksi sosial dengan sesamanya yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi psikologisnya

 

Jenis pelayanan yang diberikan di Posyandu lansia

Pelayanan yang diberikan oleh Posyandu lansia melalui program dan kadernya pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para orang tua yang lebih rentan terhadap penyakit.

Di daerah yang memiliki Posyandu lansia, kadernya akan memantau kesehatan lansia yang ada di daerah itu secara individual dan detail. Umumnya, akan ada kartu atau buku yang digunakan untuk mencatat status kesehatan dan pola hidup para lansia.

Secara umum, ada empat jenis pelayanan yang diberikan Posyandu lansia:

1. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya mencakup sesuatu yang berhubungan dengan penyakit. Pada Posyandu lansia, kader juga akan melakukan pemeriksaan aktivitas sehari-hari seperti:

  • Mencatat pola makan
  • Cara mandi
  • Rutinitas buang air
  • Kemampuan untuk berjalan dan berpakaian
  • Kemampuan untuk turun atau naik tempat tidur
  • Kemandirian lansia tersebut

Selain itu, lansia juga akan menerima pemeriksaan berupa:

Posyandu lansia juga bisa memberikan rujukan ke Puskesmas apabila ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk lansia bisa dilaksanakan di balai warga seperti layaknya Posyandu balita dan ibu hamil. Namun, bagi lansia yang kesulitan untuk keluar rumah, akan ada kader yang mengunjunginya secara langsung.

2. Pemberian makan tambahan (PMT)

Para kader Posyandu lansia akan memberikan penyuluhan kepada para lansia mengenai makanan yang sehat dan bergizi yang perlu mereka konsumsi. Untuk memudahkan, para lansia akan mendapatkan contoh menu makanan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi yang dibutuhkan, dengan menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut.

3. Kegiatan olahraga

Di Posyandu, lansia juga akan diajak untuk melakukan kegiatan sehat, salah satunya berolahraga

Olahraga untuk lansia juga penting dilakukan demi menjaga kebugaran tubuh. Para kader akan menuntun kakek dan nenek untuk mengikuti gerakan senam lansia, gerak jalan santai, maupun aktivitas lain yang aman untuk usia lanjut.

4. Kegiatan non kesehatan

Di Posyandu lansia, juga sering dilakukan kegiatan non kesehatan untuk meningkatkan interaksi sosial dan menjadikan Posyandu sebagai wadah lansia untuk berkegiatan. Jenis kegiatan yang sering dilakukan di antaranya:

  • Kegiatan kerohanian
  • Arisan
  • Kegiatan ekonomi produktif seperti berjualan
  • Berkebun
  • Forum diskusi penyaluran hobi dan lain-lain
 

Selain rutin mengunjungi Posyandu lansia, ini hal-hal lain yang juga perlu diperhatikan

Meski Posyandu bisa memfasilitasi berbagai kegiatan dan program untuk menjaga kesehatan para lansia, tapi tetap saja diperlukan kesadaran sendiri dalam menjaga kondisi badan agar hasil yang dicapai bisa maksimal. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan para lansia soal kesehatannya:

  • Mengenali perubahan pada tubuh
  • Menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  • Tidak menyepelekan gejala kesehatan yang muncul
  • Mengonsumsi makanan bergizi
  • Melakukan olahraga lansia secara teratur
  • Istirahat yang cukup
  • Rutin melakukan pemeriksaan medis untuk lansia

 

Sumber : sehatq.com

Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image
APBDes 2022
Dana Desa (DD)
Rp 864.238.000,0052%
Alokasi Dana Desa (ADD)
Rp 226.935.120,0014%
Peneriman Bantuan Provinsi (PBP)
Rp 405.000.000,0024%
Penerimaan Bantuan Kabupaten (PBK)
Rp 33.314.592,002%
Penerimaan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD)
Rp 42.052.200,003%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp 57.924.000,003%
Pembiayaan Silpa SLL
Rp 792.500,000%
Pembiayaan Silpa DDS
Rp 45.384.000,003%
Pendapatan Lain-lain (DLL)
Rp 400.000,000%
Total APBDes 2022
Rp 1.676.040.412,00
100%
APBDes 2021
Dana Desa (DD)
Rp 617.756.000,0067%
Alokasi Dana Desa (ADD)
Rp 228.405.565,0025%
Peneriman Bantuan Provinsi (PBP)
Rp 5.000.000,001%
Penerimaan Bantuan Kabupaten (PBK)
Rp 33.314.592,004%
Penerimaan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD)
Rp 0,000%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp 41.424.000,004%
Pendapatan Lain-lain (DLL)
Rp 300.000,000%
Total APBDes 2021
Rp 926.200.157,00
100%
Realisasi APBDes 2021
Dana Desa (DD)
Rp 572.372.000,0062%
Alokasi Dana Desa (ADD)
Rp 228.405.548,0025%
Peneriman Bantuan Provinsi (PBP)
Rp 5.000.000,001%
Penerimaan Bantuan Kabupaten (PBK)
Rp 33.314.592,004%
Penerimaan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (PDRD)
Rp 0,000%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp 41.424.000,004%
Total Realisasi APBDes 2021
Rp 45.684.017,00
95%