Berita Desa

Pentingkah Posbindu?

20 Januari 2023
Administrator
Dibaca 21 Kali
Pentingkah Posbindu?

wonorejokulonbutuh.id *** Posbindu bulan Januari Desa Wonorejokulon dilaksanakan pada Jumat pagi (20/01). kegiatan yang rutin dilaksanakan di Aula Balai Desa Wonorejokulon ini menarik partisipasi masyarakat dari semua kalangan umur. Sepenting apakah Posbindu hingga harus rutin dilaksanakan tiap bulan? Simak penjelasan berikut.

A. Pengertian

Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi (Penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Posbindu Adalah bentuk peran serta masyarakat (kelompok Masyarakat, Organisasi, Industri, Kampus dll).

Upaya Promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) secara terpadu.

Kegiatan Posbindu :

  • Monitoring faktor resiko bersama PTM secara rutin dan periodik. Rutin berarti Kebiasaan memeriksa kondisi kesehatan meski tidak dalam kondisi sakit. Periodik artinya pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala.
  • Konseling faktor resiko PTM tentang diet, aktifitas fisi, merokok, stress dll.
  • Penyuluhan / dialog interaktif sesuai masalah terbanyak.
  • Aktifitas fisik bersama seperti olah raga bersama, kerja bakti dll.
  • Rujukan kasus faktor resiko sesuai kriteria klinis

 

B. Tujuan, Sasaran & Manfaat Penyelenggaraan Kegiatan Posbindu PTM (5M)

Tujuan  :  

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM

Sasaran :

Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan Penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 25 tahun keatas.

Pada orang sehat agar faktor resiko tetap terjaga dalam kondisi normal.

Pada orang dengan faktor resiko adalah mengembalikan kondisi beresiko ke kondisi normal.

Pada orang dengan penyandang PTM adalah mengendalikan faktor resiko pada kondisi normal untuk mencegah timbulnya komplikasi PTM.

Manfaat :

Membudayakan Gaya Hidup Sehat dengan berperilaku Cek kondisi kesehatan anda secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin  aktifitas fisik, Diet yang sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stres (CERDIK) dalam lingkungan yg kondusif di rutinitas kehidupannya.

Mawas Diri : Faktor risiko PTM yg kurang menimbulkan gejala secara bersamaan dapat terdeteksi & terkendali secara dini.

Metodologis & Bermakna secara klinis

  • Kegiatan dapat dipertanggung jawabkan secara medis  
  • Dilaksanakan oleh kader khusus dan bertanggung jawab yg telah mengikuti pelatihan metode deteksi dini atau edukator PPTM.

Mudah Dijangkau

Diselenggarakan di lingkungan tempat tinggal masyarakat/ lingkungan tempat kerja dgn jadwal waktu yang disepakati.

Murah

Dilakukan oleh masyarakat secara kolektif dgn dibiayai oleh pemerintah desa dan partisipasi swadaya sesuai kemampuan masyarakat.

 

C. Kegiatan

a. Jenis Kegiatan POSBINDU

  • Melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor risiko keturunan dan perilaku.
  • Melakukan penimbangan dan mengukur lingkar perut, serta Indeks Massa Tubuh termasuk analisa lemak tubuh.
  • Melakukan pengukuran tekanan darah.
  • Melakukan pemeriksaan gula darah.
  • Melakukan pengukuran kadar lemak darah (kolesterol total dan trigliserida).
  • Melakukan pemeriksaan fungsi paru sederhana (Peakflowmeter)
  • Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) oleh tenaga bidan terlatih
  • Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lain-lain) dan penyuluhan kelompok termasuk sarasehan.
  • Melakukan olah raga/aktifitas fisik bersama dan kegiatan lainnya.
  • Melakukan rujukan ke Puskesmas
  • Untuk jadwal sebaiknya diatur berdasarkan kesepakatan bersama dengan memperhatikan anjuran jangka waktu monitoring yang bermanfaat secara klinis (lihat pada tabel anjuran pemantauan).

b. Alur Kegiatan POSBINDU

MEJA 1 : Pendaftaran

MEJA 2 : Wawancara

MEJA 3 : Pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan, IMT, Lemak Perut

MEJA 4 : Pemeriksaan Tekanan Darah, Glukosa Darah, Cholesterol

MEJA 5 : Edukasi / Konseling

Alur tidak lanjut dan rujukan kegiatan Posbindu

Tahap Penyelenggaraan Posbindu

a. Pra pelaksanaan ( Tahap Persiapan)

  1. Mengadakan pertemuan kelompok untuk menentukan jadwal kegiatan.
  2. Menyiapkan tempat dan peralatan yang diperlukan.
  3. Membuat dan menyebarkan pengumuman mengenai waktu pelaksanaan.

b. Pelaksanaan

  1. Melakukan pelayanan dengan sistem 5 meja atau modifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kesepakatan bersama.
  2. Aktifitas bersama seperti berolahraga bersama, demo masak, penyuluhan,  sarasehan atau  peningkatan ketrampilan bagi para anggotanya.

c. Pasca pelaksanaan ( Tahap evaluasi )

  1. Menilai kehadiran (para anggotanya, kader dan undangan lainnya)
  2. Catatan pelaksanaan kegiatan
  3. Masalah yang dihadapi
  4. Mencatat hasil penyelesaian masalah

Merupakan bagian dari Sistem Rujukan Kesehatan Nasional. Bila terdapat peserta yang memiliki kriteria harus dirujuk, sesegeranya dirujuk ke Puskesmas dengan terlebih dahulu memotivasi agar mau dirujuk ke Puskesmas.

Pada saat merujuk, sertakan KMS dan lembar rujukan ke Puskesmas sebagai media informasi Petugas Puskesmas dalam menerima rujukan dari masyarakat.

Pada kondisi tertentu bila memerlukan pendamping rujukan dari kader Posbindu PTM agar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

 

Catatan :

Untuk tahapan pelaksanaan Posbindu dapat saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat sesuai dengan kebutuhan masyarakat, karena para kader pada pelaksanaannya menggabungkan untuk tahap satu hari dengan tahap pelaksanaan.

 

Ketenagaan

Tenaga untuk kegiatan Posbindu lakukan oleh 5 orang kader dengan di bantu oleh tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

No

Tenaga

Peranan

1

Koordinator

Ketua dari perkumpulan dan penanggungjawab kegiatan serta berkoordinasi terhadap Puskesmas dan Para  Pembina terkait di wilayahnya.

2

Kader

Penggerak

Anggota perkumpulan yang aktif, berpengaruh dan komunikatif bertugas menggerakkan masyarakat, sekaligus melakukan wawancara dalam penggalian informasi

3

Kader Pemantau

Anggota Perkumpulan yang aktif  dan komunikatif bertugas melakukan pengukuran Faktor risiko PTM

4

Kader Konselor/Edukator

Anggota Perkumpulan yang aktif, komunikatif dan telah menjadi panutan  dalam penerapan gaya hidup sehat, bertugas melakukan konseling, edukasi, motivasi serta menindaklanjuti rujukan dari Puskesmas

5

Kader Pencatat

Anggota perkumpulan yang aktif dan komunikatif bertugas melakukan pencatatan  hasil kegiatan Posbindu PTM dan melaporkan kepada koordinator Posbindu PTM.

 

Syarat menjadi seorang kader;

  1. Berasal dari anggota kelompok masyarakat/lembaga/institusi
  2. Peduli terhadap masalah penyakit tidak menular dan bersedia melaksanakan kegiatan Posbindu PTM
  3. Pendidikan sebaiknya minimal setingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas)

 

Tugas Kader;

  1. Melakukan pendekatan kepada pimpinan kelompok/lembaga/institusi.
  2. Melakukan survai mawas diri/pendataan bersama petugas.
  3. Melaksanakan musyawarah bersama dalam penyelesaian masalah termasuk penentuan jadwal penyelenggaraan posbindu
  4. Mendorong anggota kelompok masyarakat/kelompok/lembaga/institusi untuk datang ke posbindu PTM ( mengajak anggota keluarga/masyarakat agar hadir, memberikan serta menyebarluaskan informasi kesehatan, menggali dan menggalang sumber daya termasuk dana yang berasal dari masyarakat).
  5. Melaksanakan kegiatan posbindu PTM termasuk kunjungan rumah bila diperlukan.
  6. Melakukan pencatatan hasil kegiatan Posbindu PTM

Sebagai langkah awal dari terbentuknya Posbindu, petugas kesehatan harus selalu mendampingi kader posbindu dalam pelaksanaannya sampai kader Posbindu dapat melaksanakan tugasnya secara mandiri terutama dalam melakukan pengukuran Tekanan darah, pengukuran IMT, serta kader mampu melakukan pencatatan, pelaporan dan rujukan.

 

Sarana dan Prasarana

Tipe

Posbindu PTM

Peralatan Deteksi Dini

dan Monitoring Faktor Risiko PTM

Posbindu PTM Dasar

Alat  ukur Lingkar Perut

Alat ukur tinggi badan

Tensimeter Digital

Alat Analisa Lemak Tubuh

Feakflow meter

: 1 Unit

 

: 1 Unit

 

: 1 Unit

: 1 Unit

 

: 1 Unit

Posbindu PTM Utama

Posbindu PTM Dasar kit

Alat Ukur  Kadar Gula, kolesterol total dan Trigliserid

Alat Ukur Kadar Alkohol Pernafasan

 

Tes Amfetamin Urin

Bahan IVA dan alat kesehatan dan penunjang lainnya

: 1 Paket

 

: 1 Unit

 

 

: 1 Unit

 : 1 Paket

: 1 Paket

 

 

Kriteria Klinis Faktor Resiko PTM

Kriteria Berat Badan :

Berat ideal             :  (TB – 100) x 1 kg

Berat idaman         : 90% (TB – 100) X 1 kg

Berat badan lebih   : 110% (TB – 100) X 1 kg

 

Kriteria faktor resiko :

Faktor Risiko

Baik

Sedang

Buruk

Gula darah puasa

80-109

110-125

≥126

Glukosa darah 2 jam

80-144

145-179

≥180

Glukosa darah sewaktu

80-144

145-199

≥200

Kolesterol darah total

< 150

150-189

≥190

Trigliserida

<140

140-150

> 150

Tekanan darah

<130/80

130-139/80-90

≥ 140/90

Indeks Masa Tubuh (IMT)

18,5-22,9

23-24

>25

Lingkar Perut

P < 90cm; W <80cm

-

P >90 cm; W >80 cm

Arus Puncak Ekspirasi

Nilai APE> Nilai Prediksi

-

Nilai APE ≤ Nilai Prediksi

 

Bagikan artikel ini:
Kirim Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui Admin

CAPTCHA Image